Sepuluh
hukum yang Allah turunkan terhadap musa merupakan suatu hukum yang Tuhan Allah
tetapkan bagi umat Israel dalam masa tanah perjanjian sebagai penuntun umat
Tuhan agar mereka layak dihadapan Tuhan dan masih berlaku bagai kita saat
sekarang ini. Doa bapa kami merupakan doa yang Yesus Kristus ajarkan bagi umat
Tuhan dengan kalimat-kalimat yang penuh ketulusan. Dalam kehidupan umat Allah
seberapa pentingkah keduanya dalam pembinaan Jemaat? Berikut hasil wawancara
kepada beberapa narasumber yang pernah mengembalakan atau membina Jemaat Tuhan
dalam organisasi Gereja.
Menurut
Gideon I. Tambunaan,Ph.D, dalam
pembinaan jemaat memiliki dan memahami sepuluh hukum adalah sangat penting,
karena itu merupakan prinsip hidup benar dengan Allah untuk setiap orang yang
dibina oleh Allah. Menghafalkan Doa Bapa Kami yang diajarkan dalam jemaat
sangat penting, karena didalamnya ada penyembahan kepada Tuhan dan permohonan
supaya kehendak Tuhan terjadi dimuka bumi dan dalam kekudusan, karena kita
minta dipenuhi, relasi dengan sesama harus harmonis dengan saling mengampuni
dan menerima bahwa kita minta dihindarkan dari iblis dan kejahatan.
Menurut
Sugiarto,M.AM, memiliki dan memahami
sepuluh hukum dalam perjanjian lama untuk saat ini masih sangat diperlukan,
karena hal ini merupakan perintah Allah yang harus dilakukan. Tentunya dalam
menerapkam hal ini harus seimbang antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Dalam menghafal Doa Bapa Kami dalam jemaat, ini baik bila diterapkan dalam
gereja, di lihat dari sisi positifnya ini sangat baik. Bila hal ini diterapkan
dan bagai jemaat ini merupakan hanya sekadar hafalan dan rutinitas dalam ibadah
tanpa memaknainya dalam pribadi jemaat, hal ini tidak begitu penting diterapkan
dalam pembinaan jemaat dan tentunya hal ini kembali kepada Pribadi
masing-masing individu.
Menurut
Edi R. Silalahi, S.Th, dalam memiliki
dan memahami sepuluh hukum taurat, hal itu sangatlah penting karena sepuluh
hukum taurat tersebut memberikan penjelasan kepada umat Tuhan tentang hubungan
manusia dengan Allah (Vertikal) dan hubungan sesama manusia (Horisontal).
Karena lewat pengenalan sepuluh hukum itulah mana yang boleh dan mana yang
tidak boleh dalam kehidupan mengiring Tuhan, tetapi yang terpenting adalah
hukum itu bukan untuk memberatkan kita tetapi untuk menunjukan kepada kita mana
yang boleh dan mana yang tidak boleh. Tetapi semua perintah tersebut harus
dijalankan karena pengenalan akan Allah Bapa. Dalam jemaat, yang menjadi
permasalahan bukan menghafal Doa Bapa Kami tersebut tetapi bagaimana memahami,
mengerti dan Bapa melalui Doa Bapa Kami. Dan lebih jauh lagi lewat Doa Bapa
Kami itulah mengerti cara yang benar dalam jemaat atau gereja. Harus kita
mengakui kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu yang ada disorga dan di bumi baru setelah itu kita berhak untuk
meminta apa yang menjadi kebutuhan pribadi kita.
Kesimpulan
Dari
apa yang para narasumber ungkapkan, saya dapat menyimpulkan bahwa pengenalan
akan sepuluh hukum taurat merupakan hal yang sangat baik diterapkan dalam
pembinaan warga Jemaat kristiani pada kaitan masa kini dengan memiliki dan
memahami kesepuluh hukum taurat manusia dapat mengetahui apa yang bai dimata
Allah dan apa yang tidak berkenan dihadapan Allah. Hal ini baik untuk di
ajarkan karena mengandung unsur hidup yang selaras dengan Allah dan sesama
namun kembali kepada pribadi setiap jemaat atau gereja Tuhan untuk dapat
memenuhi secara menyeluruh atau tidak.
Doa
Bapa Kami merupakan contoh doa yang baik yang Kristus ajarkan, bila jemaat atau
gereja Tuhan dapat memahami dengan benar bahwa doa Bapa kami adalah soatu
permohonan akan kehendak Allah dan kandungan ataupun unsur penyembahan kepada
Allah. Dan dalam doa bapa kami ini merupakan doa yang bukan hanya menyembah
namun ada unsur kasih kepada sesama dan bagi pribadi. Bila hal ini dipahami
dengan baik oleh jemaat Tuhan ataupun gereja Tuhan, maka ini menjadi hal yang
baik dan penting dalam pembinaan warga jemaat.
Saran
Melalui apa yang
telah di ungkapkan oleh para narasumber, bagi seorang pembina warga jemaat,
hendaknya pemahaman yang baik dan benar akan sepuluh hukum dan Doa Bapa Kami,
menjadi suatu tatanan yang diterapkan dalam kehidupan jemaat dalam konsep yang
benar bukan hanya sekadar liturgis dalam gereja ataupun persekutuan ibadah. Jika
kedua hal ini akan diterapkan adalah baik namun harus membawa jemaat sebagai
acuan penuntun hidup dan mengerti apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan
keseharian mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar