Kamis, 09 Januari 2014

Seberapa penting memiliki dan memahami 10 hukum dan menghafal Doa Bapa Kami dalam jemaat?


            Sepuluh hukum yang Allah turunkan terhadap musa merupakan suatu hukum yang Tuhan Allah tetapkan bagi umat Israel dalam masa tanah perjanjian sebagai penuntun umat Tuhan agar mereka layak dihadapan Tuhan dan masih berlaku bagai kita saat sekarang ini. Doa bapa kami merupakan doa yang Yesus Kristus ajarkan bagi umat Tuhan dengan kalimat-kalimat yang penuh ketulusan. Dalam kehidupan umat Allah seberapa pentingkah keduanya dalam pembinaan Jemaat? Berikut hasil wawancara kepada beberapa narasumber yang pernah mengembalakan atau membina Jemaat Tuhan dalam organisasi Gereja.
            Menurut Gideon I. Tambunaan,Ph.D, dalam pembinaan jemaat memiliki dan memahami sepuluh hukum adalah sangat penting, karena itu merupakan prinsip hidup benar dengan Allah untuk setiap orang yang dibina oleh Allah. Menghafalkan Doa Bapa Kami yang diajarkan dalam jemaat sangat penting, karena didalamnya ada penyembahan kepada Tuhan dan permohonan supaya kehendak Tuhan terjadi dimuka bumi dan dalam kekudusan, karena kita minta dipenuhi, relasi dengan sesama harus harmonis dengan saling mengampuni dan menerima bahwa kita minta dihindarkan dari iblis dan kejahatan.
            Menurut Sugiarto,M.AM, memiliki dan memahami sepuluh hukum dalam perjanjian lama untuk saat ini masih sangat diperlukan, karena hal ini merupakan perintah Allah yang harus dilakukan. Tentunya dalam menerapkam hal ini harus seimbang antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam menghafal Doa Bapa Kami dalam jemaat, ini baik bila diterapkan dalam gereja, di lihat dari sisi positifnya ini sangat baik. Bila hal ini diterapkan dan bagai jemaat ini merupakan hanya sekadar hafalan dan rutinitas dalam ibadah tanpa memaknainya dalam pribadi jemaat, hal ini tidak begitu penting diterapkan dalam pembinaan jemaat dan tentunya hal ini kembali kepada Pribadi masing-masing individu.
            Menurut Edi R. Silalahi, S.Th, dalam memiliki dan memahami sepuluh hukum taurat, hal itu sangatlah penting karena sepuluh hukum taurat tersebut memberikan penjelasan kepada umat Tuhan tentang hubungan manusia dengan Allah (Vertikal) dan hubungan sesama manusia (Horisontal). Karena lewat pengenalan sepuluh hukum itulah mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dalam kehidupan mengiring Tuhan, tetapi yang terpenting adalah hukum itu bukan untuk memberatkan kita tetapi untuk menunjukan kepada kita mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Tetapi semua perintah tersebut harus dijalankan karena pengenalan akan Allah Bapa. Dalam jemaat, yang menjadi permasalahan bukan menghafal Doa Bapa Kami tersebut tetapi bagaimana memahami, mengerti dan Bapa melalui Doa Bapa Kami. Dan lebih jauh lagi lewat Doa Bapa Kami itulah mengerti cara yang benar dalam jemaat atau gereja. Harus kita mengakui kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu yang ada disorga  dan di bumi baru setelah itu kita berhak untuk meminta apa yang menjadi kebutuhan pribadi kita.
Kesimpulan
            Dari apa yang para narasumber ungkapkan, saya dapat menyimpulkan bahwa pengenalan akan sepuluh hukum taurat merupakan hal yang sangat baik diterapkan dalam pembinaan warga Jemaat kristiani pada kaitan masa kini dengan memiliki dan memahami kesepuluh hukum taurat manusia dapat mengetahui apa yang bai dimata Allah dan apa yang tidak berkenan dihadapan Allah. Hal ini baik untuk di ajarkan karena mengandung unsur hidup yang selaras dengan Allah dan sesama namun kembali kepada pribadi setiap jemaat atau gereja Tuhan untuk dapat memenuhi secara menyeluruh atau tidak.
            Doa Bapa Kami merupakan contoh doa yang baik yang Kristus ajarkan, bila jemaat atau gereja Tuhan dapat memahami dengan benar bahwa doa Bapa kami adalah soatu permohonan akan kehendak Allah dan kandungan ataupun unsur penyembahan kepada Allah. Dan dalam doa bapa kami ini merupakan doa yang bukan hanya menyembah namun ada unsur kasih kepada sesama dan bagi pribadi. Bila hal ini dipahami dengan baik oleh jemaat Tuhan ataupun gereja Tuhan, maka ini menjadi hal yang baik dan penting dalam pembinaan warga jemaat.

Saran

            Melalui apa yang telah di ungkapkan oleh para narasumber, bagi seorang pembina warga jemaat, hendaknya pemahaman yang baik dan benar akan sepuluh hukum dan Doa Bapa Kami, menjadi suatu tatanan yang diterapkan dalam kehidupan jemaat dalam konsep yang benar bukan hanya sekadar liturgis dalam gereja ataupun persekutuan ibadah. Jika kedua hal ini akan diterapkan adalah baik namun harus membawa jemaat sebagai acuan penuntun hidup dan mengerti apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan keseharian mereka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar